“Kami menuntut penghentian aksi penembakan terhadap warga sipil oleh pemerintah Kiev. Keiv saat ini tidak mempedulikan tentang keselamatan warga,” tutur pihak Kementerian Rusia seperti dikutip Reuters, Senin (7/7/2014).
“Kami berharap dalam permasalahan ini ada tindakan yang diberikan oleh negara-negara anggota UE untuk mengecam kebijakan yang dikeluarkan pihak otoritas Kiev,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Ukraina mencabut perjanjian gencatan senjata karena kelompok separatis dianggap tidak menjalankan apa yang telah disepakati bersama. Pemerintah Ukraina pun kembali melakukan operasi militer untuk mengusir para kelompok separatis.
Mengetahui hal tersebut, Rusia pun kembali meminta kepada Presiden Ukraina Petro Poroshenko agar tetap memperpanjang gencatan senjata. Permintaan gencatan senjata juga muncul dari Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier.
Steinmeier memperingatkan bahwa setelah Ukraina menghentikan gencatan senjata situasi di Ukraina Timur meningkat secara dramatis dan kemungkinan bisa di luar kendali. Sehingga Steinmeier pun sepakat gencatan senjata kembali diberlakukan oleh Pemerintah Ukraina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar