Para Menteri Luar Negeri (Menlu)
Ukraina,Rusia, Jerman dan Prancis sepakat kembali membicarakan gencatan
senjata di Ukraina Timur. Mengingat ketegangan di Ukraina timur semakin
meningkat setelah Presiden Ukraina, Petro Poroshenko mencabut perjanjian
gencatan senjata.
Pembicaraan tersebut harus melibatkan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE). Mereka pun mendesak agar OSCE segera melanjutkan pembicaraan tersebut.
“Kami mendesak agar OSCE melanjutkan pembicaraan gencatan senjata selambat-lambatnya pada 5 Juli 2014. Hal ini bertujuan untuk mencapai gencatan senjata berkelanjutan tanpa syarat yang disepakati bersama,” tutur mereka dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dikutip News Talk, Kamis, (3/7/2014).
Sebelumnya Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan, bahwa ketegangan di Ukraina Timur terus meningkat setelah diakhirinya gencatan selama 10 hari. Dikabarkan selama 10 hari tersebut kelompok separatis melanggar kesepakatan yang ada dalam perjanjian gencatan tersebut.
Steinmeier pun memperingatkan bahwa dalam 48 jam terakhir situasi di Ukraina Timur telah meningkat secara dramatis dan kemungkinan bisa di luar kendali.
Diharapkan dalam pembicaraan ulang gencatan senjata ini dapat menurunkan situasi ketegangan di Ukraina. Mereka pun sepakat kekerasan harus dihentikan, para sandera dibebaskan, dan sejumlah titik yang ada di wilayah perbatasan antara Ukraina dan Rusia harus dalam kendali Pemerintah.
Pembicaraan tersebut harus melibatkan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE). Mereka pun mendesak agar OSCE segera melanjutkan pembicaraan tersebut.
“Kami mendesak agar OSCE melanjutkan pembicaraan gencatan senjata selambat-lambatnya pada 5 Juli 2014. Hal ini bertujuan untuk mencapai gencatan senjata berkelanjutan tanpa syarat yang disepakati bersama,” tutur mereka dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dikutip News Talk, Kamis, (3/7/2014).
Sebelumnya Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan, bahwa ketegangan di Ukraina Timur terus meningkat setelah diakhirinya gencatan selama 10 hari. Dikabarkan selama 10 hari tersebut kelompok separatis melanggar kesepakatan yang ada dalam perjanjian gencatan tersebut.
Steinmeier pun memperingatkan bahwa dalam 48 jam terakhir situasi di Ukraina Timur telah meningkat secara dramatis dan kemungkinan bisa di luar kendali.
Diharapkan dalam pembicaraan ulang gencatan senjata ini dapat menurunkan situasi ketegangan di Ukraina. Mereka pun sepakat kekerasan harus dihentikan, para sandera dibebaskan, dan sejumlah titik yang ada di wilayah perbatasan antara Ukraina dan Rusia harus dalam kendali Pemerintah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar