Usai kebobolan di menit 118, Rossocrociati-julukan Swiss- memang merespon dengan tampil lebih agresif guna mencari gol penyama. Tekanan demi tekanan dilancarkan oleh Xherdan Shaqiri dkk untuk membongkar pertahanan Albiceleste.
Kesempatan emas yang dinanti pun datang, berawal dari sebuah eksekusi tendangan sudut. Bola menghampiri dan jatuh tepat di kepala pemain yang membela klub Serie A, Napoli. Sayang sundulannya di bibir gawang Romero masih membentur tiang.
Namun peluang tak sampai disitu, bola benturan tiang gawang mengarah ke kaki Dzemaili yang baru mendaratkan. Bola kembali memantul ke arah gawang, sayang arah bola masih melebar di sisi gawang Argentina. Kekalahan pun tak dapat dihindarkan.
Dalam sebuah sesi wawancara dengan SkySport, Dzemaili mengaku tidak melihat bola datang ke arah kakinya.
“Saya tidak beruntung untuk peluang tersebut, saya tidak melihat bola hingga saat pantulan bola melenceng dari sasaran. Sangat disesali kami tersingkir dengan cara seperti ini. tapi kami telah bermain baik dan tidak dapat meminta lebih dari apa yang telah kami berikan,” Sesal Dzemaili usai pertandingan, Rabu (2/7/2014).
“Kami pulang dengan kepala tegak tetapi kami adalah tim muda dan akan terus berkembang kedepannya. Begitupun kepada striker murni kami, kakinya tidak akan bergetar kala berhadapan dengan kiper lawan,” sambungnya.
Komentar terakhir Dzemaili tersebut menyinggung peluang yang di dapat Josip Drmic di babak pertama. Saat itu striker berusia 21 tahun tersebut hanya tinggal mengelabui Sergio Romero yang terlihat ragu-ragu keluar dari sarangnya. Sayang tembakan Drmic tepat di pelukan Romero.
Sementara itu pemain yang bersangkutan pun hanya berkomentar pendek mengenai peluangnya tersebut. “Argentina? Di akhir pertandingan tim besar lah yang menang,” ujar Drmic.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar