Sabtu, 05 Juli 2014

Penguatan Rupiah Tertolong Sejumlah Mata Uang Asia

Laju nilai tukar Rupiah berada di zona hijau sepanjang pekan kemarin. Laju Rupiah menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) bergerak di atas target support Rp12.123 per USD dan berada di kisaran Rp12.000-11.750 per USD.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, penguatan pada Yen dan Won di awal pekan berimbas pada menguatnya beberapa mata uang emerging market dan Rupiah menjadi salah satu mata uang yang menguat. Yen menguat seiring masih adanya kekhawatiran akan kemungkinan kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah meningkatkan permintaan akan mata uang save heaven.

"Rilis berita mengenai inflasi dan neraca perdagangan juga turut memberikan sentimen positif. Ancaman TDL yang mulai diberlakukan 1 Juli tampaknya sementara dihiraukan," ujarnya dalam riset, Sabtu (5/6/2014).

Menurutnya, rilis inflasi yang lebih rendah dari perkiraan meskipun terlihat lebih tinggi dari rilis sebelumnya yang dibarengi dengan surplus neraca perdagangan dimana lebih baik dari bulan sebelumnya yang mencatatkan defisit memberikan sentimen positif tambahan bagi Rupiah. Selain itu, terapresiasinya Yuan seiring rilis indeks manufaktur China turut menambah sentimen positif bagi Rupiah.

Hal yang sama terjadi pada laju poundsterling dimana terapresiasi dengan ekspektasi indeks manufakturnya akan meningkat. Pelemahan pada Yen dimanfaatkan dolar untuk berbalik menguat ternyata berimbas negatif pada laju nilai tukar Rupiah yang berbalik melemah.

Di sisi lain, munculnya pemberitaan di sejumlah media bahwa akan terjadi pelemahan Rupiah bila salah satu pasangan Capres dan Cawapres menang dalam pemilu nanti membuat pasar kembali khawatir dan lebih memilih wait & see maupun menjauhi pasar.

"Oversubscribe-nya obligasi perdana Eurobond juga tidak mampu memberikan sentimen positif pada laju Rupiah. Namun demikian, laju Rupiah tertolong di akhir pekan dengan penguatan sejumlah mata uang Asia," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar