Rabu, 16 Juli 2014

Sekjen PBB Sepakat dengan SBY Hentikan Serangan Israel ke Gaza


Pemerintah Republik Indonesia terus melakukan diplomasi dalam upaya menjaga perdamaian dan penghentian serangan militer yang dilancarkan tentara Israel ke pemukiman warga Palestina di Jalur Gaza sejak beberapa hari lalu.

Salah satunya adalah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung menghubungi Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk membicarakan konflik yang semakin memanas di Timur Tengah tersebut.

Menurut Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, dalam pembicaraan melalui sambungan telepon yang dilakukan SBY dan Ban Ki-moon sekitar pukul 20.00 WIB malam tadi, keduanya telah sepakat untuk mengutamakan dihentikannya aksi militer Israel yang sudah menewaskan lebih dari 200 warga Palestina.

"Khususnya, aksi kekerasan militer oleh Israel terhadap wiliyah Gaza. Sekjen PBB dan Presiden sepakat yang harus diutamakan adalah penghentian aksi militer harus dilakukan, dan bantuan kemanusian harus diberikan," ujar Marty Natalegawa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/7/2014) malam.

Ditambahkan Marty, Ban Ki-moon pun langsung mengapresiasi dorongan Pemerintah RI mengenai langkah yang harus ditempuh PBB untuk menghentikan konflik tertua yang ada di Timur Tengah itu.

"Sekjen PBB memberikan appreciate yang sangat dalam atas prihatian Presiden SBY. Bapak Presiden juga sampaikan dukungan penuh atas upaya-upaya Sekjen PBB dalam menghentikan kekerasan di Gaza," kata Marty Natalegawa.

Harga Emas Susut Dipicu Pernyataan Janet Yellen

Harga emas turun 1 persen pada perdagangan Rabu (16/7/2014) pagi ini ke level di bawah US$ 1,300 per ounce. Penurunan harga emas terjadi karena investor fokus pada kebijakan moneter Federal Reserve AS yang menunjukkan keinginan untuk mengakhiri program stimulus pembelian obligasi pada Oktober.

Melansir laman Reuters, harga emas di pasar spot turun 1 persen menjadi US$ 1.293,64 per ounce, setelah sebelumnya jatuh ke level US$ 1.291,70 per ounce, atau nilai terendah sejak 19 Juni.
Emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus sempat turun US$ 9,60 menjadi US$ 1.297,10 per ounce, dengan volume perdagangan sekitar 30 persen di atas rata-rata 30-hari, menurut data awal Reuters.
Harga emas telah membukukan kerugian terbesar dalam dua hari sejak 1 Oktober, setelah kehilangan hampir 3,5 persen pada Senin dan Selasa lalu.

Harga logam sempat naik sesaat setelah Fed Janet Yellen Chair mengatakan kepada Senat AS jika pasar tenaga kerja negaranya masih jauh dari sehat dan menandai The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar sampai adanya tanda membaik pada jumlah pekerja dan data upah.

Namun, dalam laporan tambahannya, The Fed mengatakan akan mengakhiri progran stimulus senilai US$ 45 miliar pada bulan Oktober. Ini merupakan timeline yang konsisten dengan apa yang disebutkan pembuat kebijakan Fed sebelumnya.

"Yellen membela kebijakan saat ini tetapi pada akhirnya akan menaikkan nilai dan investor tidak akan memiliki alasan untuk memegang emas," kata analis VTB Capital Andrey Kryuchenkov.

Kerugian harga logam mulai ini terus berlangsung jetika harga tergelincir di bawah US$ 1,300 per ounce untuk pertama kalinya dalam hampir satu bulan, dan indeks dolar mulai rally. Emas Muncul telah menemukan dukungan teknis dan rebound dari 50-hari rata-rata bergerak di dekat $ 1,292 per ounce.

Data Tenaga Kerja Membaik, Harga Minyak AS Naik Tipis

Harga minyak di Amerika Serikat (AS) naik terpengaruh membaiknya data-data mengenai tenaga kerja di negara tersebut.

Seperti ditulis oleh Xinhua, Sabtu (7/6/2014), Light Sweet Crude untuk pengiriman Juli bergerak naik 18 sen menjadi USD 102,66 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Juli turun 18 sen menjadi USD 108,61 per barel.

Departemen Tenaga Kerja AS merilis data mengenai jumlah lapangan pekerjaan yang meningkat sebesar 217 ribu pada Mei Kemarin. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan berturut-turut dengan angka di atas 200 ribu dalam empat bulan terakhir.

Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS juga mengumumkan bahwa tingkat pengangguran di Amerika berada di level 6,3% persen. Tidak mengalami perubahan dibanding dengan bulan sebelumnya.

Para analis memperkirakan berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS tersebut akan memperbaiki perekonomian di AS.

Penambahan jumlah lapangan pekerjaan dan juga angka pengangguran yang cukup baik tersebut membentuk ekspektasi pasar bahwa permintaan akan barang dan jasa akan meningkat sehingga mendorong produksi.

Kenaikan produksi dapat dipastikan akan meningkatkan permintaan akan kebutuhan energi terutama minyak.

Harga Minyak Naik Dipicu Penguatan Ekonomi di China




Harga minyak mentah mengalami kenaikan setelah pengumuman adanya penurunan pasokan minyak mentah di Amerika Serikat (AS) dan juga pertumbuhan ekonomi di China.

Mengutip dari Associated Press, harga patokan minyak mentah di AS untuk pengiriman Agustus naik US$ 1,24 menjadi US$ 101,20 per barel di New York Mercantile Exchange pada Rabu malam (kamis pagi waktu Jakarta). Sedangkan minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman September naik 29 sen menjadi $ 107,17 per barel.

Kenaikan harga minyak tersebut terjadi setelah pengumuman dari Departemen Energi AS yang menyatakan bahwa persediaan minyak mentah di Negara Paman Sam tersebut mengalami penurunan lebih besar dibanding yang diperkirakan oleh para analis.

Dalam pengumuman tersebut, persediaan minyak di AS menyatakan bahwa stok minyak mentah turun 7,5 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 11 juli. Sedangkan para analis memperkirakan bahwa penurunan hanya sebesar 3 juta barel.

Sedangkan di China, negara yang merupakan importir terbesar minyak di dunia melaporkan bahwa pertumbuhan ekonominya mengalami kenaikan sebesar 7,5 persen pada kuartal II, lebih tinggi jika dibanding dengan kuartal sebelumnya yang tercatat 7,4 persen.


Hal tersebut menunjukkan bahwa langkah-langkah stimulus yang dilakukan oleh Pemerintah China menunjukkan hasil yang positif.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi di China ini akan membangkitkan pertumbuhan industri di negara tersebut sehingga diperkirakan permintaan akan minyak akan terus melambung.

Minggu, 13 Juli 2014

Jerman Juara Piala Dunia 2014

Jerman memastikan diri keluar sebagai kampiun Piala Dunia 2014 setelah berhasil mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di Stadion Maracana, Minggu atau Senin (14/7/2014) dini hari WIB.

Gol tunggal kemenangan Jerman dicetak Mario Goetze pada menit ke-113. Jerman dan Argentina memainkan babak tambahan setelah bermain imbang tanpa gol hingga babak normal.

Keberhasilan ini pun membuat Jerman mencatat sejarah baru dalam perhelatan Piala Dunia. Jerman kini menjadi satu-satunya tim Eropa yang berhasil menjuarai Piala Dunia di Amerika Selatan.

Pada pertandingan ini sebenarnya kedua tim memainkan komposisi terbaiknya. Hanya gelandang Jerman, Sami Khedira, yang harus absen karena mengalami cedera saat melakukan pemanasan sebelum pertandingan.

Pelatih Jerman, Joachim Loew, memasukkan nama Christoph Kramer untuk menggantikan posisi Kheidira yang sebelumnya berada dalam line-up skuad Der Panzer. Sementara itu, gelandang andalan Argentina, Angel Di Maria, tetap tidak bermain dalam laga final karena belum pulih dari cedera.

Jerman mencoba mengambil alih permainan sejak menit-menit awal. Namun, Argentina juga bukan tanpa serangan karena mereka beberapa kali mampu membuat barisan pertahanan Jerman kerepotan.

Ini misalnya pada menit keempat, saat Argentina menusuk jantung pertahanan Jerman lewat serangan balik yang dikreasi Gonzalo Higuain. Sayang, peluang itu terbuang sia-sia karena tidak ada pemain yang menyambut umpan silang Higuain dari sisi kanan pertahanan Jerman.

Pada menit ke-22, Argentina kembali mendapatkan peluang emas. Kesempatan itu berawal dari blunder Toni Kroos yang ingin melakukan back-pass ke barisan belakang. Namun, bola umpannya itu justru mengarah ke Higuain.

Higuain yang berdiri bebas tanpa pengawalan bek Jerman lalu menggiring bola ke dalam kotak penalti. Sayang, bola tendangannya masih melenceng ke sisi kanan tiang gawang Jerman yang dikawal kiper Manuel Neuer.

Selama paruh pertama, Jerman tampak kesulitan menembus rapatnya berisan belakang Argentina, sementara Lionel Messi dan kawan-kawan terlihat lebih efektif dalam melakukan serangan balik.

Bahkan, pada menit ke-30, Argentina sebenarnya mampu menceploskan bola ke gawang Jerman melalui torehan Higuain. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena hakim garis melihat Higuain lebih dulu berada di posisi offside saat menerima umpan Ezequiel Lavezzi.

Peluang terbaik Jerman diciptakan Andre Schuerrle pada menit ke-36. Pemain yang baru masuk menggantikan Kramer itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Akan tetapi, bola tendangannya masih dapat ditepis oleh kiper Argentina, Sergio Romero.

Pada injury time, Der Panzer kembali mendapatkan peluang. Namun, kali ini giliran Benedikt Hoewedes yang gagal karena sundulannya, yang memanfaatkan bola umpan tendangan pojok Kroos, masih membentur tiang gawang.

Selepas turun minum, Argentina kembali mengancam melalui aksi Messi. Beruntung bagi Jerman, bola tendangan Messi dari dalam kotak penalti masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Jerman.

Sepanjang babak kedua, kedua tim tampak saling menyerang. Namun, mereka lebih sering memainkan bola di lapangan tengah. Tempo pertandingan pun sedikit melambat ketimbang babak pertama.

Pada menit ke-80, Jerman membalas. Sayang, bola tendangan Kroos dari luar kotak penalti seusai menerima umpan silang Mesut Oezil masih belum menemui sasaran karena melenceng di sisi kiri gawang Argentina.

Pada babak tambahan, tempo pertandingan masih berjalan lambat. Meski begitu, beberapa kali Jerman dan Argentina mempunyai peluang emas untuk saling membobol gawang.

Gol yang ditunggu-tunggu publik Jerman pun akhirnya tiba setelah Goetze mencetak gol indah untuk membuat timnya unggul pada menit ke-113. Gol itu berawal dari aksi Andre Schuerrle di sisi kiri pertahanan Argentina.

Ia kemudian memberikan umpan silang ke tengah kotak penalti. Goetze langsung mengontrol umpan tersebut sebelum melepaskannya dengan tendangan keras yang masuk ke pojok kiri gawang Argentina. Skor 1-0 untuk Jerman pun akhirnya bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Sepanjang pertandingan, menurut catatan FIFA, Jerman menguasai bola sebanyak 60 persen dan melepaskan tujuh tembakan akurat dari 10 usaha. Adapun Argentina menciptakan 2 peluang emas dari 9 percobaan.

Susunan pemain
Jerman: 1-Manuel Neuer; 16-Philipp Lahm (kapten), Mats Hummels, 20-Jerome Boateng, 4-Benedikt Hoewedes; 7-Bastian Schweinsteiger, 23-Christoph Kramer (9-Andre Schuerrle 32), 18-Toni Kroos; 8-Mesut Oezil, 13-Thomas Mueller; 11-Miroslav Klose (19-Mario Goetze 88)
Pelatih: Joachim Loew

Argentina: 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 15-Martin Demichelis, 2-Ezequiel Garay, 16-Marcos Rojo; 6-Lucas Biglia, 14-Javier Mascherano, 8-Enzo Perez (5-Fernando Gago 86); 10-Lionel Messi (kapten), 22-Ezequiel Lavezzi (20-Sergio Aguero 45); 9-Gonzalo Higuain (18-Rodrigo Palacio 78)
Pelatih: Alejandro Sabella

Wasit: Nicola Rizzoli (Italia)

Sabtu, 12 Juli 2014

Israel Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Internasional

PM Israel nyatakan serangan ke gaza belum akan berkahir (Foto:Reuters) Serangan Israel di Gaza tampaknya belum akan berakhir. Hal ini terkait komentar terbaru dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Ditegaskan Netanyahu, negaranya sama sekali tidak akan tunduk pada tekanan internasional. Seperti diketahui, negara dunia mendesak Israel segera mengakhiri agresi kepada Palestina.

"Kami menimbang segala kemungkinan dan bersiap untuk segala kemungkinan," sebut Netanyahu, seperti dikutip dari Irish Examiner, Sabtu (12/7/2014).

"Tapi, tidak akan ada tekanan asing yang dapat mencegah kami dari apa yang kami lakukan," jelas tokoh konservatif Israel ini.

Seperti diketahui, serangan Israel di Gaza telah meninggalkan luka mendalam bagi warga Palestina. Pasalnya, korban tewas dari pihak Palestina kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak.

Jangan Jadikan Konflik Palestina Komoditi Politik!

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GRIB) Adhie Massardi, menilai konflik Israel dan Palestina telah menjadi komoditi politik di Indonesia. Terlebih, saat ini tengah terjadi perhelatan pemilihan umum presiden (pilpres).

"Sudah lama isu Palestina di Indonesia hanya dijadikan komoditi politik lokal. Seolah kalau sudah membela Palestina dengan mengutuk Israel dan Amerika Serikat sudah berada di jalur politik Islami. 

Mantan Juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini, menduga mereka yang teriak-teriak membela Palestina tidak memahami apa yang sesungguhnya terjadi di pusat pergolakan politik Timur Tengah.

"Makanya, saya percaya bahwa isu Palestina ini juga dijadikan komoditas politik oleh kedua capres untuk menarik simpati masyarakat muslim di sini," tegasnya.

Ia pun menuding capres yang paling gembar-gembor meneriakan isu Palestina, justru ingin mengurangi resistensinya dari umat Islam di Indonesia.

Diketahui, agresi militer Israel ke Palestina memicu emosi bangsa Indonesia. Tak sedikit pula yang meneriakan dukungan terhadap Palestina.

Namun, momen itu juga menarik perhatian para capres-cawapres yang tengah bertarung di Pilpres 2o14. Mereka pun berlomba-lomba memberikan bantuan kemanusiaan dan seruan perlawanan terhadap negara zionis tersebut.

Brasil Dibuat Malu Lagi, Belanda Cetak Rekor

Belanda berhasil meraih tempat ketiga di Piala Dunia 2014 setelah mengalahkan Brasil 3-0 pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2014 di Estadio Nacional, Sabtu atau Minggu (13/7/2014) dini hari WIB.

Bagi Brasil, Ini adalah kekalahan kedua yang dialami dalam dua pertandingan terakhir. Sebelumnya, mereka kalah 1-7 dari Jerman, pada laga semifinal, di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, 8 Juli 2014.

Kekalahan itu juga membuat Brasil mengulang rekor buruk pada 1940, yaitu kalah dua kali secara beruntun di kandang. Pada 1940, Brasil dibuat menyerah di kandang oleh Argentina (1-6) dan Uruguay (3-4).

Bagi Belanda, kemenangan itu menjadi rekor tersendiri karena mereka untuk kali pertama tidak pernah kalah dalam waktu normal sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia.

Pada pertandingan ini, Thiago Silva yang pada semifinal harus absen karena akumulasi kartu kuning kembali bermain. Sementara itu, pelatih Belanda, Louis van Gaal, tetap memainkan komposisi pemain intinya.

Namun, kehadiran Silva tidak berarti banyak bagi permainan Brasil. Maklum, saat laga baru berjalan dua menit, Silva justru melakukan pelanggaran terhadap Arjen Robben yang berujung penalti untuk Belanda.

Robin Van Persie yang ditunjuk sebagai algojo dengan tenang melaksanakan tugasnya untuk membawa Belanda unggul pada menit ketiga. Van Persie sukses menceploskan bola ke pojok kiri atas kanan gawang Brasil yang dikawal kiper Julio Cesar.

Tertinggal gol cepat, Brasil berusaha keluar tekanan. Namun, tidak hadirnya Neymar, yang harus absen sejak laga semifinal melawan Jerman, membuat serangan mereka dengan mudah dipatahkan oleh barisan pertahanan Belanda.

Pada menit ke-17, lagi-lagi Brasil harus membayar mahal atas rapuhnya barisan pertahanan mereka karena Daley Blind mampu memperbesar keunggulan Belanda 2-0. Gol tersebut berawal dari aksi Robben yang memberikan umpan terobosan kepada Jonathan de Guzmán di sisi kanan pertahanan Brasil.

De Guzman lalu memberikan umpan silang ke tengah kotak penalti Brasil. David Luis mampu memotong umpan silang itu. Namun, bola sundulan kepalanya jatuh tepat di kaki Blind. Tanpa pengawalan, Blind dengan mudah melepaskan tendangan keras yang bolanya masuk ke pojok kiri atas gawang Brasil.

Pada menit ke-21, Brasil mendapatkan kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan. Sayang, bola tendangan Oscar dari dalam kotak penalti masih dapat digagalkan oleh kiper Belanda, Jasper Cillessen.

Selepas turun minum, Brasil terlihat masih menguasai penguasaan bola. Namun, mereka tetap kesulitan menembus rapatnya pertahanan Belanda. Pelatih Luiz Felipe Scolari pun memasukkan Hulk dan Hernanes untuk menambah daya gedor skuadnya.

Pada menit ke-75, Hulk memperoleh peluang pertamanya untuk membobol gawang Belanda. Akan tetapi, bola tendangannya dari dalam kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang Cillessen.

Belanda sepanjang babak kedua terlihat hanya mengandalkan serangan balik. Meski begitu, beberapa kali kecepatan Robben di sisi kanan pertahanan Brasil beberapa kali mampu merepotkan David Luiz dan kawan-kawan.

Pada injury time, Georginio Wijnaldum akhirnya mampu memperbesar keunggulan Belanda. Gol tersebut diciptakannya seusai menerima umpan silang Daryl Janmaat. Skor 3-0 untuk Belanda pun bertahan hingga laga usai.

Sepanjang pertandingan, menurut catatan FIFA, Brasil menguasai bola sebanyak 57 persen dan melepaskan lima tembakan akurat dari 11 usaha. Adapun Belanda menciptakan lima peluang emas dari delapan percobaan.


Susunan pemain
Brasil: 12-Julio Cesar; 23-Maicon, 3-Thiago Silva, 4-David Luiz, 14-Maxwell; 16-Ramires (7-Hulk 73), 17-Luiz Gustavo (5-Fernandinho 45), 8-Paulinho (18-Hernanes 57); 19-Willian, 11-Oscar; 21-Jo
Pelatih: Luiz Felipe Scolari

Belanda: 1-Jasper Cillessen (22-Michel Vorm 90); 3-Stefan de Vrij, 2-Ron Vlaar, 4-Bruno Martins Indi; 15-Dirk Kuyt, 20-Georginio Wijnaldum, 16-Jordy Clasie (13-Joel Veltman 90), 5-Daley Blind (7-Darly Janmaat 70); 8-Jonathan de Guzman; 11-Arjen Robben, 9-Robin van Persie
Pelatih: Louis van Gaal

Jumat, 11 Juli 2014

Tragis!! Mustafa Terlempar Saat Bom Israel Bunuh Istri dan Anaknya

Tubuh Mustafa Malaka terlempar saat rudal Israel menghantam rumahnya di Jalur Gaza dan menewaskan sang istri, Hana serta anak lelakinya, Mohammad.

Tubuhnya yang luka parah tergeletak di antara puing-puing. Diselimuti debu kelabu Mustafa adalah mantan perwira di dinas keamanan Hamas. Namun, belakangan ia lebih banyak menganggur, karena krisis keuangan yang melanda Hamas.

Kalaupun masih diminta bertugas, Mustafa tak mendapat bayaran. Ia berternak ayam di halaman belakang untuk mencari nafkah. Kini, ia kehilangan segalanya, kecuali nyawa.

Sementara itu di Bait Hanoun. Rabu itu, Shayma sedang berjalan bersama keluarganya. Tiba-tiba serangan udara menghantam rumah di dekatnya.

Bocah 4 tahun itu berlari. Kemudian Israel melancarkan serangan lain. Kini ia terbaring tak berdaya di amben rumah sakit, akibat pecahan rudal menghujam tubuh mungilnya. Shayma tak tahu, ibu, ayah, dan saudarinya telah tewas.

Duduk di pinggir tempat tidurnya di Rumah Sakit Al Shiffa, bibinya, Sameh Fayeg Al Masri, mengelap dahi sang keponakan.

Ia mengamati dada Shayma yang naik turun satu-satunya tanda kehidupan dari tubuh pucat yang dipenuhi luka. Kata dokter, bocah itu bisa pulih, tapi butuh waktu lama. Juga sedikit keajaiban.

"Kami (Palestina) harus berhenti menembakkan roket. Dan mereka (Israel) harus berhenti menyerang," kata Sameh, emosional, Anak-anak tak berdosa yang harus membayarkan. Apa yang mereka lakukan sehingga harus menerima ini semua?"

Sameh kembali menatap Shayma, air matanya menetes. "Hanya Allah yang tahu, apakah ia akan hidup atau mati. Masih ada serpihan bom di tubuhnya."

Israel berdalih serangan bertubi yang diluncurkan ke Gaza dalam Operasi 'Protective Edge' adalah untuk membalas roket yang diluncurkan Hamas ke wilayahnya. Namun, hukuman itu bersifat kolektif, dirasakan seluruh warga di wilayah Palestina yang telah menderita akibat blokade.

Setidaknya 100 warga Palestina tewas, 670 lainnya terluka sejak Israel memulai serangan ke Gaza.

Data Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 21 warga Palestina, yang berusia di bawah 16 tahun, menjadi korban agresi Israel. Yang termuda adalah Mohammed Malakiyeh, yang berpulang dalam usia amat muda: 18 bulan. Ia tewas di samping ibunya.