Hampir sebanyak delapan juta rakyat
Australia mendukung pernikahan sesama jenis dalam jajak pendapat
sukarela yang tidak mengikat.
Walau jajak pendapat itu tidak
mengikat, Perdana Menteri Malcolm Turnbull menegaskan pemerintah kini
berupaya mendorong agar pernikahan sesama jenis bisa disahkan oleh
parlemen sebelum Natal tahun ini.
"Jutaan (rakyat Australia) sudah
berbicara dan mereka secara mutlak memilih ya untuk kesetaraan
pernikahan," kata Turnbull setelah hasil jajak pendapat diumumkan.
"Mereka
memilih ya untuk keadilan, ya untuk komitmen, ya untuk cinta. Dan kini
terletak pada kami di parlemen Australia untuk melanjutkannya," tambah
Turnbull.
Berdasarkan data Biro Statistik Australia, sebanyak 7,8 juta orang
atau 61,6% responden memilih pernikahan sesama jenis disahkan secara
resmi oleh pemerintah. Adapun yang menolak mencapai 4,9 juta orang.
Jika
ditotal, jumlah responden dalam jajak pendapat tersebut menyentuh 12,7
juta responden atau 79,5% penduduk Australia yang bisa menentukan
pilihan dalam pemilu.
Saat hasil diumumkan, para pendukung
pernikahan sesama jenis turun ke jalan untuk merayakan. Banyak di antara
mereka yang mengibarkan bendera pelangi, menari, menyanyi, dan
berpelukan.
 |
| Hasil jajak pendapat disambut dengan perayaan di berbagai kota di Australia. | | | |
Bagaimana pelaksanaan jajak pendapat?
Jajak
pendapat pernikahan sesama jenis digelar selama delapan minggu dan,
berbeda dengan pemilihan umum yang wajib diikuti, survei ini dilakukan
secara sukarela.
Para pemilih diminta menjawab pertanyaan,
"Apakah undang-undang pernikahan harus diubah agar pasangan sesama jenis
bisa menikah?" Pemilih kemudian mengirimkan jawaban mereka melalui pos.
Kubu
pendukung pernikahan sesama jenis beralasan pemerintah harus menjamin
kesetaraan dalam pernikahan bagi semua warga. Sedangkan kubu yang
menolak, menitikberatkan pada definisi keluarga dan kekhawatiran tentang
bagaimana isu gender diajarkan di sekolah.
Kini, Perdana Menteri
Turnbull—yang merupakan seorang pendukung kuat pernikahan sesama
jenis—menghadapi perdebatan mengenai komponen apa yang seharusnya
dimasukkan dalam revisi undang-undang pernikahan.
Sejumlah anggota parlemen yang beraliran konservatif mengajukan
revisi undang-undang yang mendorong pengecualian sehingga pemilik usaha
berhak menolak melayani pernikahan pasangan homoseksual. Mereka berkilah
hal tersebut memberi perlindungan keagamaan kepada warga.
Di lain
pihak, Senator Dean Smith berencana mengajukan revisi dalam versi
berbeda. Versi ini mendapat sokongan luas dari partai oposisi dan
sejumlah elemen pemerintah, termasuk Turnbull.
Bagaimanapun, rencana pengesahan pernikahan sesama jenis mendapat sambutan dari berbagai pihak.
"Ini
adalah hasil luar biasa dan kita harus sangat bangga terhadap negara
menakjubkan ini," kata Direktur Eksekutif maskapai Qantas, Alan Joyce,
yang menyokong pernikahan sesama jenis.
Mantan PM Tony Abbot, yang menentang pernikahan sesama jenis, mengatakan parlemen "harus menghormati hasil" jajak pendapat.