Yunani memang telah
tersingkir melalui drama adu penalti dengan tim kuda hitam, Kosta Rika
di perdelapanfinal. Namun sepak terjang Giorgios Karagounis dkk patut
diberi apresiasi tinggi pada perhelatan Piala Dunia tahun ini.
Bagaimana tidak? Semangat ala pejuang Sparta sepertinya tertanam di setiap pemain Yunani. Dalam dua pertandingan terakhir di laga terakhir grup C kontra Pantai Gading hingga melawan Ticos. Negeri Para Dewa ini tak menyerah untuk mencetak gol hingga akhir laga.
Hal itulah yang menjadi dasar perhitungan pelatih Yunani, Fernando Santos. Ia bangga dengan kerja keras anak-anak asuhnya, sekaligus menceritakan pertandingan timnya melawan Kosta Rika.
“Kami berbicara mengenai performa keseluruhan Piala Dunia? Fantastis! Saya sangat bangga dengan tim, pemain, rekan kerja atas jerih payah yang kami lakukan bersama untuk mencapai apa yang sekarang telah kami capai. Faktanya, bagaimana saya tidak bahagia?” papar Santos diberitakan Soccerway, Rabu (2/7/2014).
“Mengenai pertandingan melawan Kosta Rika, saya berbicara mengenai kurangnya konsentrasi yang kami alami selama pertandingan yang merugikan kami. Yunani memiliki peluang, namun kami kelelahan, pikiran dan tubuh,” lanjutnya.
“Kami memiliki banyak, banyak kesulitan selama 30 hari terakhir dan kami mampu mempertahankan kepaduan tim. Ini adalan pencapaian, dan sukses ini untuk semuanya,” pungkas Santos
Bagaimana tidak? Semangat ala pejuang Sparta sepertinya tertanam di setiap pemain Yunani. Dalam dua pertandingan terakhir di laga terakhir grup C kontra Pantai Gading hingga melawan Ticos. Negeri Para Dewa ini tak menyerah untuk mencetak gol hingga akhir laga.
Hal itulah yang menjadi dasar perhitungan pelatih Yunani, Fernando Santos. Ia bangga dengan kerja keras anak-anak asuhnya, sekaligus menceritakan pertandingan timnya melawan Kosta Rika.
“Kami berbicara mengenai performa keseluruhan Piala Dunia? Fantastis! Saya sangat bangga dengan tim, pemain, rekan kerja atas jerih payah yang kami lakukan bersama untuk mencapai apa yang sekarang telah kami capai. Faktanya, bagaimana saya tidak bahagia?” papar Santos diberitakan Soccerway, Rabu (2/7/2014).
“Mengenai pertandingan melawan Kosta Rika, saya berbicara mengenai kurangnya konsentrasi yang kami alami selama pertandingan yang merugikan kami. Yunani memiliki peluang, namun kami kelelahan, pikiran dan tubuh,” lanjutnya.
“Kami memiliki banyak, banyak kesulitan selama 30 hari terakhir dan kami mampu mempertahankan kepaduan tim. Ini adalan pencapaian, dan sukses ini untuk semuanya,” pungkas Santos
Tidak ada komentar:
Posting Komentar