Seorang pegawai agen intelijen Jerman ditangkap karena diduga menjadi
agen ganda, melakukan tindak mata-mata untuk Amerika Serikat (AS).
Pria
berusia 31 tahun itu langsung ditahan dan pihak Kementerian Luar Negeri
Jerman memanggil Duta Besar AS untuk Jerman. Mereka menuntut penjelasan
atas kasus agen ganda tersebut.
Anggota intelijen Jerman yang
juga menjadi mata-mata AS itu, diperkirakan bekerja untuk badan
intelijen BND. Dirinya dianggap melakukan penyadapan yang ditujukan
kepada Kanselir Jerman Angela Merkel.
Insiden ini terungkap pula
berkat bocoran dokumen penyadapan badan intelijen AS National Security
Agency (NSA). Insiden tersebut sebelumnya sudah membuahkan kekesalan
Jerman terhadap AS.
Berdasarkan keterangan dari komite intelijen
Jerman, agenda ganda yang dituduh itu sudah mengakui bahwa dirinya
adalah mata-mata AS. Dirinya mengaku memberikan detail mengenai komite
intelijen Jerman kepada pihak AS.
Selain itu, mata-mata AS tersebut juga menyerahkan hasil penyelidikan dari tindakan penyadapan yang dilakukan oleh NSA.
"Orang
ini tidak memiliki kontak langsung dengan komite penyelidikan, dia
bukanlah agen utama," ujar anggota Parlemen Jerman, seperti dikutip Reuters, Sabtu (5/7/2014).
Sebelumnya agen tersebut dicurigai sebagai mata-mata bagi Rusia. Namun kemudian dirinya mengakui bekerja untuk Amerika Serikat.
Selama
bekerja sebagai agen ganda, pria tersebut sudah mencuri sekira 218
dokumen rahasia. Tidak hanya mencuri, mata-mata itu juga menjual dokumen
rahasia yang diperolehnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar