Presiden Mesir memutuskan untuk menaikan pajak untuk produk rokok serta minuman beralkohol, yakni bir dan wine.
Hal
ini diharapkan akan menaikan harga jual produk-produk tersebut, dan
akan membantu negara ini mengatasi masalah defisit anggaran yang
dihadapinya.
Putusan menaikan pajak tersebut akan dikenakan kepada produk rokok lokal dan impor. Kisaran pajaknya antara 25-40 sen per bungkus. Demikian dilansir dari AP, Selasa (8/7/2014).
Sementara untuk bir, pajak yang dikenakan, nilainya menjadi dua kali lipat, yakni dari awalnya 100 persen menjadi 200 persen. Sementara kenaikan pajak untuk wine lokal dan impor mencapai 150 persen.
Sejak menjadi presiden pada bulan lalu, mantan pimpinan militer Mesir, Abdel Fattah el-Sissi mengambil langkah tegas untuk memajukan ekonomi negara tersebut. Dia menargerkan, bottleneck bisa dilalui dalam dua tahun.
Di sisi lain, negara yang memiliki sejumlah isu panas ini, termasuk masalah subsidi energi, berencana menaikkan harga bensin sampai 80 persen pada pekan ini.
Keputusan ini akan diambil pemerintah setelah mereka mengumumkan akan menaikan tarif listrik secara berkala.
Putusan menaikan pajak tersebut akan dikenakan kepada produk rokok lokal dan impor. Kisaran pajaknya antara 25-40 sen per bungkus. Demikian dilansir dari AP, Selasa (8/7/2014).
Sementara untuk bir, pajak yang dikenakan, nilainya menjadi dua kali lipat, yakni dari awalnya 100 persen menjadi 200 persen. Sementara kenaikan pajak untuk wine lokal dan impor mencapai 150 persen.
Sejak menjadi presiden pada bulan lalu, mantan pimpinan militer Mesir, Abdel Fattah el-Sissi mengambil langkah tegas untuk memajukan ekonomi negara tersebut. Dia menargerkan, bottleneck bisa dilalui dalam dua tahun.
Di sisi lain, negara yang memiliki sejumlah isu panas ini, termasuk masalah subsidi energi, berencana menaikkan harga bensin sampai 80 persen pada pekan ini.
Keputusan ini akan diambil pemerintah setelah mereka mengumumkan akan menaikan tarif listrik secara berkala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar