Kekecewaan
disampaikan kiper fenomenal Amerika Serikat, Tim Howard. Baginya
kekalahan atas Belgia di babak 16 besar pada dini hari tadi WIB
membuatnya sangat sakit hati.
Amerika Serikat (AS) harus mengaku kalah di tangan Belgia setelah perlawanan panjang mereka di babak perpanjangan waktu harus terhenti dengan skor akhir 2-1. Howard yang menjadi penyelamat The Yanks pun mengaku kecewa karena gawangnya dijebol dua kali oleh gelandang muda Belgia Kevin de Bruyne dan rekan setimnya di Everton, Romelu Lukaku.
Meski mengaku kecewa, kiper berusia ini 35 tahun ini bangga lantaran sudah mengantarkan timnya melaju ke babak 16 besar, yang terakhir mereka capai di Piala Dunia 2002.
“Ini hasil yang menyakitkan. Kami sudah memberikan segalanya. Saya tidak menyangka kami bisa memberikan sebanyak ini. Pertandingan yang sangat hebat. Kami sudah meninggalkan kekecewaan kami. Kami dikalahkan oleh tim yang sangat bagus. Mereka menggunakan kesempatan dengan baik,” papar Howard kepada Soccerway, Selasa (2/7/2014).
“Hasil ini menyakitkan. Mimpi kami hilang dengan cepat. Tapi seperti yang saya katakan, ini adalah tim yang luar biasa dan kami tidak akan pernah melupakan laga malam ini,” sambungnya.
Lebih lanjut Howard yang dipuja-puja atas aksi penyelamatannya dengan menyelamatkan 15 gol sepanjang turnamen ini mengakui hal tersebut tidak membuatnya jemawa. Baginya hal tersebut sudah menjadi tugasnya sebagai kiper timnas.
“Ini adalah tugas saya dan ini adalah hal yang harus saya lakukan. Kejadian ini adalah bagian dari lega besar dengan kualitas persaingan yang terbaik. Kami dapat menjebol gawang lawan jika terus melakukan serangan seperti itu. Salut untuk Belgia, sungguh fantastis. Tapi, kami juga memberikan usaha yang hebat,” tuntasnya.
Amerika Serikat (AS) harus mengaku kalah di tangan Belgia setelah perlawanan panjang mereka di babak perpanjangan waktu harus terhenti dengan skor akhir 2-1. Howard yang menjadi penyelamat The Yanks pun mengaku kecewa karena gawangnya dijebol dua kali oleh gelandang muda Belgia Kevin de Bruyne dan rekan setimnya di Everton, Romelu Lukaku.
Meski mengaku kecewa, kiper berusia ini 35 tahun ini bangga lantaran sudah mengantarkan timnya melaju ke babak 16 besar, yang terakhir mereka capai di Piala Dunia 2002.
“Ini hasil yang menyakitkan. Kami sudah memberikan segalanya. Saya tidak menyangka kami bisa memberikan sebanyak ini. Pertandingan yang sangat hebat. Kami sudah meninggalkan kekecewaan kami. Kami dikalahkan oleh tim yang sangat bagus. Mereka menggunakan kesempatan dengan baik,” papar Howard kepada Soccerway, Selasa (2/7/2014).
“Hasil ini menyakitkan. Mimpi kami hilang dengan cepat. Tapi seperti yang saya katakan, ini adalah tim yang luar biasa dan kami tidak akan pernah melupakan laga malam ini,” sambungnya.
Lebih lanjut Howard yang dipuja-puja atas aksi penyelamatannya dengan menyelamatkan 15 gol sepanjang turnamen ini mengakui hal tersebut tidak membuatnya jemawa. Baginya hal tersebut sudah menjadi tugasnya sebagai kiper timnas.
“Ini adalah tugas saya dan ini adalah hal yang harus saya lakukan. Kejadian ini adalah bagian dari lega besar dengan kualitas persaingan yang terbaik. Kami dapat menjebol gawang lawan jika terus melakukan serangan seperti itu. Salut untuk Belgia, sungguh fantastis. Tapi, kami juga memberikan usaha yang hebat,” tuntasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar