Jumlah korban tewas akibat serangan di masjid itu adalah 155 orang, kemudian bertambah menjadi 184 orang.
(europanpress via new york times)
Jumlah korban ledakan bom dan serangan
bersenjata di salah satu masjid, Mesir dilaporkan terus bertambah. Para
pelaku menyerang ke arah jemaah yang baru menunaikan ibadah salat
Jumat.
Kini dilansir dari Aljazeera, Jumat (24/11) korban tewas mencapai 239 orang. Pemerintah Mesir pun menyatakan sebagai Hari Berkabung Nasional.
Media negara Mesir MENA melaporkan ada 120 orang terluka dalam serangan tersebut. Laporan media lokal mengatakan penyerang diduga menanam bahan peledak dan kemudian melepaskan tembakan ke saat ceramah sedang berlangsung.
Mesir memang sudah sejak lama bertahun-tahun berjuang melawan gerakan bersenjata di Semenanjung Sinai.
Pada tahun 2014, setelah sebuah bom bunuh diri yang menewaskan 31 tentara, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengumumkan keadaan darurat di semenanjung tersebut, yang menggambarkannya sebagai sarang dan zona aman teroris.
Akibatnya, pihak berwenang melakukan penutupan jalan Arish-Rafah, dan lebih jauh ke arah timur. Sementara itu Pemerintah Indonesia memastikan belum ada laporan korban Warga Negara Indonesia (WNI) dalam kejadian tersebut.
Meski begitu Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).